Anggaran Pendidikan Harus Ringankan SiswaANGGOTA Dewan dan eksekutif Pemkab Buleleng sesumbar anggaran pendidikan dalam RAPBD sebanyak 20,18 persen. Apakah konsekuensinya bila sesumbar itu tidak terwujud? Standar juklak- juknis penghitungan itu harus jelas bukan membodohi masyarakat. Sekarang ini sebenarnya yang penting bukan soal besar kecilnya persentase, tetapi pengawasannya, dan orangtua murid berkurang bebannya. Demikian yang terungkap dalam acara Warung Global diradio Global Fm Bali, Sabtu (13/12). Berikut rangkuamn selengkapnya.
Rahadi di Gianyar mengatakan ia pernah mendengarkan celetukan Menkokesra yang mengatakan anggaran pendidikan kita di Indonesia sudah lebih dari 20 persen. Tentu akan menjadi pertanyaan, bagaimana cara menghitungnya kalau itu 20 persen. Sebab menteri yang bersangkutan mengatakan bahwa yang dalam hitungan 20 persen itu juga termasuk setiap departemen yang menganggarkan pendidikan. Tetapi yang diinginkan masyarakat adalah dalam pengertian biaya sekolah TK, SD, SMP, SMA dan Perguruan tinggi.
Made Karya di Mengwi menilai dalam kondisi ekonomi seperti sekarang ini sangat wajar bila anggaran pendidikan harus dipikirkan secara serius. Sekarang yang harus jadi acuan adalah juklak mengenai dana anggaran di masing-masing kabupaten di Bali harus jelas. Soal berapa persen anggarannya itu tidaklah penting. Yang penting apakah lembaga terkait bisa melakukan pengawasan atas anggaran yang sudah dan yang akan dikeluarkan.
Menurut Marbun di Denpasar anggaran sebesar itu memang tinggi. Sekarang yang penting realisasinya rakyat selalu dibodohi. Kalau anggaran itu dipisahkan antara operasional dan anggaran SDM guru itu akan baik, kalau jadi satu akan saru gremeng. Masukan untuk pemerintah, agar jangan hanya pendidikan negeri saja diperhatikan tetapi swasta juga agar lebih bergairah.
Nang Tualen mengatakan kalau akal-akalan bukankah itu mengandung unsur penipuan? Apakah selama ini untuk anggaran pendidikan tidak ada juklak-juknisnya? Apakah pusat tidak memerintahkan? Untuk urusan anggaran pendidikan apakah tidak ada perintah pusat kepada daerah untuk menganggarkannya sesuai undang-undang?
Komang Cipta di Mengwi menyarankan dalam urusan penyusunan anggaran pendidikan harus jelas dan harus dipisahkan mana anggaran operasional dan anggaran SDM. Tapi alangkah lebih baiknya anggaran operasional itu 20 persen tidak lagi termasuk di dalamnya anggaran untuk SDM atau guru.
Kak Raka di Denpasar mengatakan perjalanan dana pendidikan akhirnya menjurus ke negatif. Sebagai orangtua murid dia berharap bantuan itu harus selalu sampai ke murid. Dia menyarankan agar dana pendidikan itu difokuskan ke urusan sekolah dan murid bukan yang lain. Dia juga berharap dana itu tetap menunjang wajib belajar yang bukan akal-akalan tetapi benar-benar terpacu agar murid tidak mampu menjadi ringan.
Warsa di Denpasar berharap APBD yang ditetapkan Buleleng dalam urusan anggaran pendidikan jangan dibuat main-main atau akal-akalan lagi karena ini urusan masa depan generasi. Untuk semua jajaran Pemda Buleleng, anggaran pendidikan harus transaparan, hitung-hitungannya harus jelas dan realisasinya juga nyata sampai ke sasaran.
Mangku Gredeg di Renon mengatakan sebenarnya orangtua murid sederhana pikirannya, berapa persen pun anggaran pendidikan yang penting orangtua murid bebannya berkurang. Apakah selama ini anggaran pendidikan kita sudah meringankan? Ternyata malah masih membebani orangtua murid.
Sapta di Denpasar menambahkan, sebagai masyarakat belum tahu benar sistem yang ditawarkan, mau tinggi persentasenya atau tidak, yang penting orangtua murid bisa merasakan anggaran 20 persen itu apakah bisa dirasakan orangtua. Efek 20 persen selama ini belum sampai ke orangtua siswa, malah sekarang ini siswa ditambah beban biaya les yang mahal.
Minggu, 14 Desember 2008
Rabu, 05 November 2008
Hatiku
Aku tak tahu sejak kapan aku mulai merasakan hal ini tapi aku juga tak dapat mengartikan perasaanku ini.Kutatap langit yang mendung ,hita kelabu seperti hatiku saat ini yang sedang dilanda kebingungan tak henti melandaku.
Kudengar suara kecil memanggilku ,kuarahkan pandanganku pada suara itu.Tak kusangka dia yang lama kunanti kembali dalam hidupku.
Kudengar suara kecil memanggilku ,kuarahkan pandanganku pada suara itu.Tak kusangka dia yang lama kunanti kembali dalam hidupku.
Selasa, 04 November 2008
my blog yang pertama
my blog yang pertama
agak bingung sich buatnya soalnya kak cun cepet banget sich neranginnya susah deh ngerti!!!!!!!
Langganan:
Komentar (Atom)
